Jumat, 20 September 2013

RAIN

Hujan, aku rindu.
Harus ku katakan demi rasa sakit yg sedang tumbuh.
Aku ingin larut, hilang bersama aliran air.
Menyatu dalam deras tirai air yang tak tertembus
Aku bernafas dalam diam dan perlahan.
Aku butuh. Hujan.

Hujan, aku rindu.
Demi masa lalu dan masa depan yang baru.
Khayalan dalam refleksi keheningan.
Bersama rintik hujan, melebur menyatu.
Tak perlu sedu sedan, hanya diam.
Aku butuh. Hujan.

Aku berserah dalam aliran
Aku tergugu dalam rinai hujan
Maka apa yg harus kubantahkan
Selain rasa sakit yang memang menghujam.

Jumat, 06 September 2013

'U'

sapu, tipu, asu

         maka

  rancu menjadi saru

Malam

Halo kata cinta dalam penantian.
  masihkah sabar terduduk dalam lorong panjang.
    haruskah kuingatkan, sampe kapan?

Kamis, 05 September 2013

Pagi

Mulut-mulut manis haruskah kudengar?
Lalu lama-lama mencoba berkelakar.
Haruskah ku tertawa?
Dengan anggun dan angkuh kuberdiri,
"terima kasih, aku muak!"

Minggu, 01 September 2013

Keputusan!

Sebenernya gak pernah nyangka, kalo cerita tentang gadis yang merindukan senja akan berakhir seperti ini.
Cerita tentang gadis tolol yang selalu tenggelam dalam mimpi2 indah. Gadis yang sering diam2 menyempatkan waktunya mengamati senja.
Memuji keindahannya, senang merasakan kehangatannya.
Tapi apa daya, dia tak bisa melanggar kodrat alam dengan mengklaim bahwa senja hanya miliknya. Hanya saja dia memang  tolol mencoba untuk memberontak.

Sia-sia memang menyadarkannya,  gadis ini telah buta akan kilau indah sang senja.
Memandang nya lama2.
Meyakinkan diri bahwa memang sang senja hadir untuk dirinya.
Cukup sosoknya ada, maka gadis itu akan tersenyum sepanjang hari. Bertingkah polah bodoh dengan diselimuti malu.
Aaah bagi dia masa masa itu indah, bagi gadis ini masa masa itu akan selalu jadi candu.

Walaupun kini, dia sadari. Bahwa sesuatu yang belum dimulai itu lebih baik harus berakhir. Segera ucapkan selamat tinggal.
Sebelum.... Sebelum semua terlambat dan hatinya dipenuhi oleh luka.
Semua gelap,  mendung telah mendominasi langit yang seharusnya putih bersih.
Senja tak terlihat, dia tetap ada di sana, di horizon kesayangan bumi.
Sayang nya gadis itu tak akan bisa menjangkaunya.
Berhari hari gadis itu menunggu di tempat yg sama. Sampai pada tetes terakhir tangisnya, dia mengucapkan selamat tinggal.
Tidak hanya pada senja kesayangannya, tapi juga pada sebagian dari dirinya.

Selamat tinggal.

                                                                                           -P-