Sebenernya gak pernah nyangka, kalo cerita tentang gadis yang merindukan senja akan berakhir seperti ini.
Cerita tentang gadis tolol yang selalu tenggelam dalam mimpi2 indah. Gadis yang sering diam2 menyempatkan waktunya mengamati senja.
Memuji keindahannya, senang merasakan kehangatannya.
Tapi apa daya, dia tak bisa melanggar kodrat alam dengan mengklaim bahwa senja hanya miliknya. Hanya saja dia memang tolol mencoba untuk memberontak.
Sia-sia memang menyadarkannya, gadis ini telah buta akan kilau indah sang senja.
Memandang nya lama2.
Meyakinkan diri bahwa memang sang senja hadir untuk dirinya.
Cukup sosoknya ada, maka gadis itu akan tersenyum sepanjang hari. Bertingkah polah bodoh dengan diselimuti malu.
Aaah bagi dia masa masa itu indah, bagi gadis ini masa masa itu akan selalu jadi candu.
Walaupun kini, dia sadari. Bahwa sesuatu yang belum dimulai itu lebih baik harus berakhir. Segera ucapkan selamat tinggal.
Sebelum.... Sebelum semua terlambat dan hatinya dipenuhi oleh luka.
Semua gelap, mendung telah mendominasi langit yang seharusnya putih bersih.
Senja tak terlihat, dia tetap ada di sana, di horizon kesayangan bumi.
Sayang nya gadis itu tak akan bisa menjangkaunya.
Berhari hari gadis itu menunggu di tempat yg sama. Sampai pada tetes terakhir tangisnya, dia mengucapkan selamat tinggal.
Tidak hanya pada senja kesayangannya, tapi juga pada sebagian dari dirinya.
Selamat tinggal.
-P-