Kamis, 20 Maret 2014

homesick :'

Pulang, jadi kata-kata yang sakral akhir-akhir ini.
tak pernah terpikirkan kata pulang akan mempunyai banyak arti.
pulang itu rindu, pulang itu rumah, pulang itu tangis, pulang itu tawa, pulang itu keluarga.
tidak ada kata-kata yang paling tabu selain kata pulang dan rindu.
karena ditempat ini, cengeng dan lemah menjadi hal terakhir yang harus dirasakan.
tapi tak salahkan jika aku hanya ingin menuliskannya, sekedar berbagi, sedikit. 
tak apa tanpa peluk untuk menguatkan dan cium tanda sayang, hanya berbagi, itu saja.

papa, aku kangeeeeeen. sungguh. melebihi dari apapun aku kangeeeen. 
mama, aku rinduuuuuu, tak pernah terkatakan, tapi aku sayang mama.
adik-adik nakal kesayangan, apa arti duniaku tanpa kalian.
mbauti dan opa, aku butuh pelukan, kekuatan, ketabahan :').

lemah ya, waktu masih menunjukkan 2 minggu baru berjalan, 
tapi kekuatan ku sudah terancam runtuh.
hanya karena satu kata, pulang.

maaf tak ingin membuat bingung kalian, hanya seperti kataku tadi sekedar berbagi.
karena hal ini bukan sesuatu yang mudah untuh ditahan dan dihilangkan.
cukup sekian rasa yang yang harus terceritakan,
karena sudah ada yang menitik di sudut mata, 
saat ini bukan waktu yang tepat untuk cengeng kan? :)

Selamat malam dari Malaysia, kecup rindu untuk orang-orang tersayang di negeri tercinta :)







Minggu, 16 Maret 2014

hujan pertama (ku)

rasanya familiar. mendengar suara air jatuh dan meluruh bertemu tanah.
tik...tik....tik....
lalu wangi itu menyeruak, pahit basah.
menenangkan. seperti di rumah :)

Sabtu, 08 Maret 2014

Tentang Biru

Perjuangan belum berakhir, meski satu tahap telah terlewati. Semua masih bergulir dengan cepat, dengan semua hal baru yang tak pernah aku dan teman-temanku bayangkan sebelumnya. 
tulisan ini kutulis dengan tinta biru, menggambarkan sebiru hati dan pikiran ku. mengelana terbang ke langit tertinggi lalu mencoba bergulung pada awan-awan selayaknya negeri dongeng, ataupun berenang ke laut terdalam, menyelami bahaya tapi juga keindahan yang tiada tara.

Ya anggap saja aku berlebihan, tapi ini yang aku rasakan, setelah berbulan-bulan berkutat dengan urusan yang rumit dan melelahkan, akhirnya ada suatu pembalasan, upah atas semua peluh dan kesabaran yang (dipaksa) bertahan.
Kita tiba di tempat dimana kita akan belajar bertahan, belajar membaur, belajar untuk menjadi lebih dari sebelumnya. Aku yang tak pernah merasakan jauh dari keluarga untuk waktu yang lama, kini akan menghadapi semuanya sendiri, tidak ada lagi anak perempuan satu-satunya yang manja, tidak ada lagi cucu perempuan satu-satunya yang bertingkah kekanak-kanakan. 

sepertinya akan banyak kosakata yang tertumpah, tapi aku tau diri. semua ini tidak semua tentang aku, tentang masa depanku. senua ini tentang proses untuk seorang anak yang ingin sekali membahagiakan kedua orang tua nya, membanggakan keluarganya, menjadi contoh yang terbaik untuk adik-adiknya. lalu apa lagi yang harus kukatakan selain "akhirnya aku di sini dan kupastikan pada kalian semua bahwa perjalanan ini tidak akan pernah menjadi sia-sia".

selamat malam dari malaysia, kecup rindu untuk orang-orang tersayang di negeri tercinta :)