Kamis, 22 Mei 2014
kata
Jumat, 09 Mei 2014
doubleyou
dini hari dalam keadaan sadar. mata rasanya tak ingin terpejam.
tau kah apa yang sedang kuingat sekarang? kamu.
seseorang dengan senyum dan tawa yang paling kusuka,
klasik bukan? karena bagi para pecandu cinta hal biasa pun menjadi bermakna.
kalo boleh jujur aku masih belum percaya, kehadiranmu masih semu.
haha aku tau kamu bakal mendebatnya dan memulai prolog panjang tentang aku adalah segalanya.
selanjutnya aku hanya bisa tertawa dan berkata kamu berlebihan.
responmu selalu sama "terserah kamu bilang aku berlebihan atau apa, tapi ini yang aku rasain"
aah, saat ini aku merindukanmu, salah lebih tepatnya saat ini aku tidak menahan perasaan rindu seperti hari-hari sebelumnya.
karena kata rindu akan membuat waktu yg berjalan terasa lambat.
bagaimana tidak rindu, jika waktu kemarin sering kulihat dirimu duduk di ruang tamu ku hampir setiap hari, bercanda dan terkadang membicarakan apa saja, bahkan tak lupa rengekanmu agar aku tak kembali ke negeri seberang.
hei kamu, aku rindu.
sering kutitipkan pesan jangan nakal, tunggu aku.
sesungguhnya tak ada keyakinan yang tergoyahkan, rasa percayaku sudah menjadi milikmu.
aku hanya suka mendengar jawabanmu
"buat apa aku nakal, aku kan sudah punya kamu" .
terima kasih, apa lagi yang bisa kubantahkan.
aku beruntung dan aku bahagia.
hai kamu, aku rindu.
kadang aku berpikir, pintar sekali kamu menyembunyikan perasaan.
bahkan berpikir kamu melihatku pun tidak.
tapi sesungguhnya semua ini menyenangkan. mendengarkan semua dari kamu,
tentang kenyataan yang hanya kamu sendiri yang mengetahuinya.
terlebih tentang perhatian yang tak pernah aku pikirkan.
dulu kamu terlalu membingungkan untuk diterka.
hei kamu, aku rindu.
aku sudah bercerita tentang dongeng hitam, sebuah kilasan dan juga sedikit gambaran.
aku sudah menunjukkan padamu abu-abu, bahwa dalam duniaku hitam dan putih melebur menjadi satu, menjadi kenyataan yang tak terbantahkan.
dan satu yang tak kupahami sampai detik ini,
kamu bahkan memahaminya, kamu bahkan menerimanya.
seakan memberikan suatu penghargaan atas sebuah kekuatan.
hmm sampai sekarang ternyata kamu tak mudah di tebak.
hei kamu, aku rindu.
kita pasti akan bertemu nanti, tapi sementara ini ijinkan alam mimpi yang jadi perantara.
sampai jumpa, kamu.
Jumat, 02 Mei 2014
kisah klasik
ijinkan aku menuturkan tentang sebuah kisah yang menurutku pantas untuk di kenang.
untuk seorang teman serta orang yang aku sayang.
hai kamu, masihkah kau berkutat dengan mainan kesayanganmu,
meski insipirasi mu adalah dia, tapi ijinkan aku menetap pada masa-masa indah,
masa-masa yang pernah menjadi milik aku dan kamu tanpa terikat kita.
hei kamu, ingatkah lagu yang dulu pernah kau nyanyikan?
dari band kesukaan ku, dan tentu juga kesukaanmu.
pernah kita telusuri jalanan kota lain demi sebuah keinginanku, melihat langsung band pujaan bersama kamu. tapi sungguh bodoh saat itu bahkan belum kusadari perasaanku.
hai kamu, pernah ada tawa saat putih abu-abu, pernah menjadi musuh saat di penghujung waktu kelabu. tapi seperti masa-masa yang dulu aku dan kamu kembali menjadi satu.
hai kamu, aku masih melihatmu dari jauh, kau dan dia kesayanganmu, baik-baiklah selalu. karena rindu yang tak pernah terucap ini hanya akan bisa tersampaikan lewat lagu.
aku dan kamu saat ini tak pernah menjadi kita,
karena ada gadismu di sana, gadis yang dengan tanganku ini aku sandingkan kembali kepadamu.
aku dan kamu saat ini tak pernah menjadi kita,
karena ada ikatan rasa masa lalu yang kuhalangi agar tak menjadi cinta.
ijinkan aku hanya menuturkan, mungkin juga mengikhlaskan.
tapi jangan suruh aku untuk melupakan.
untuk kamu, kisah klasik kesayanganku :)
nb : inspirasi dari "al" dengan dia yang kita sebut saja "duta"