Rabu, 29 Mei 2013

Aku dan tulisanku

mungkin bagi sebagian orang semua tulisanku hanya bualan, 
atau mungkin juga hanya sebuah tatanan kata dengan pemikiran.

tak bisakah berpikir dari sudut perasaan? 
menulis bagi sebagian orang mungkin keharusan.
tapi bagiku menulis adalah obat dari berbagai hal.

dari rasa frustasi yg kadang tak tertahankan,
rasa sedih yang tak dapat terkatakan,
atauupun rasa bahagia yang menjalar di perasaan

aku menulis bukan untuk dipuji atau di caci.
terserah jika kalian ingin membaca dan menikmati.
ini aku dan ceritaku.
mungkin pengalaman pribadi atau juga hanya fiksi.

aku tetap merangkai kata, 
meski nanti pada akhirnya tak akan ada yg membaca.
peduli apa?
di dunia ini tak semua harus berdasar pada sebuah nilai atau persepsi.

-p-

Selasa, 28 Mei 2013

takut


Aku takut, untuk sekedar canda tawamu yang kau bagikan bersama orang lain akan menumbuhkan satu perasaan baru untuk mu, mungkin bagi orang lain juga. Mungkin kau tak sadar betapa kuat pesonamu. kau bukan laksana patung para seniman dengan pahatan paling sempurna, atau mahakarya seorang pelukis dengan warna-warna indah. Kau lebih dari itu semua.

Aku takut, akan ada suatu masanya kau menunjukkan perasaanmu yang sesungguhnya.  Rasa suka, rasa sayang. Dengan gamblang kau banggakan pada dunia. Tapi orang yang beruntung itu sayang nya bukan aku. Akankah pada masa itu aku menangis dengan sayatan-sayatan perih di hati? Atau aku malah akan mengikhlaskan dan membiarkan semua misteri akhirnya terungkap. Lalu turut berbahagia untukmu dan untuk seseorang lainnya? . harus bagaimana kah aku?
Aku takut jika aku tak cukup pantas untuk seseorang seperti mu, apa daya ku, seorang yang berada dalam jalur abu-abu. Bukan hitam tidak juga putih. Mencoba bersanding dengan kamu. Malaikat senjaku. Membayangkan akan berada dalam genggaman mu, setiap pagi dalam sisa hidupku. Menjadi makmum darimu di dalam setiap ibadah yang kita jalani bersama. Adalah mimpi terindah yang mengiringiku di setiap malam lelapku.

Ketakutan-ketakutanku pun hanya menjadi gema yang terpantul dalam dinding-dinding kosong pikiranku, kau tak pernah tahu, tak ada keberanian dalam diriku. Tak ada kelayakan yang dapat membuatku berucap dalam kejujuran teantang perasaanku. Ketakutanku hanya menjadi elegi dalam penantian panjang yang tak berujung. Tuhan……bantu aku :’)