Kamis, 29 Agustus 2013

Sekian detik saja

Kenapa harus seperti ini?  hanya bisa berkeluh kesah.
Hanya bisa berkhayal dan bermimpi.
Menjadi seorang putri tidur yang terlanjur terpikat dunia khayal.
Hei!! bisakah sejenak mengambil nafas,
Terengah engah sekian detik pun tak apa. Bisakah?
Aku terlampau lelah mencoba mengimbangi dunia.
Terlalu letih untuk sekedar mencoba.
memandang lewat mimpi pun tetap merasa semua hal ini akan binasa, bahkan mungkin sebelum terjamah.

Duh!! Aku terlalu lemah dalam berlari, bahkan selalu tersungkur saat meloncati mimpi.
Dari satu mimpi ke mimpi lainnya.
jaring laba-labaku mengitari,
mencoba bertahan dan berpegang erat dalam harapan ayah bunda.
Tuhaaaan, ijinkan aku terengah, meskipun itu sekian detik saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar