Manis legit dengan akhir yang pahit.
Hai, apa kabar.
Ada masa lalu yang sedang mengetuk untuk di tengok
Mungkin juga berharap untuk di kutuk agar tak kembali.
Perjalanan waktu dengan sosial media yang bernama facebook,
Tak tentu arah lalu tertambat pada satu kata.
Pertama.
Tak ku kira sudah ada jarak yang terbentang jauh dibelakang
Tapi rasanya masih seperti kemarin
Debar jantung bagai ombak yang menggila
Serta ketukan kaki tak sabar merintih pada waktu.
Kali ini aku mengejanya perlahan,
Dari kata perkata hingga kalimat pertama.
Kali ini aku mengecapnya pelan.
Perasaan yang dulu pernah ada dan kini hilang.
Ada campur tangan para seniman pada rupamu.
Yang tak lekang waktu dan terpatri dalam otakku.
Mengingatkam ku akan debur yang pernah menggila
Dan ketukan menuntut terhadap waktu.
Senang mendengar kabarmu baik baik saja,
Tak lupa ucapan selamat untuk seseorang yang beberapa tahun ini
Berada di sampingmu.
Perasaan itu sudah hilang,
Tapi tidak dengan semua kenangan.
TTA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar