Rabu, 04 Juni 2014

Temporary

kita menatap langit yang sama,
memperhatikan bintang serta bulan yang sama.
meski sebenarnya ada jarak yang terbentang jauh,
jarak yang di hiasi oleh hijau pulau dan birunya laut.
tapi siapa yang bisa berpikir semua akan seperti ini.
kita berada dalam satu wilayah, jarak telah diringkus di hadapan kita.
menjadi ringkas dalam satu keadaan.

kita bertemu, saling memandang, dan bagai kedipan mata,
esok semua kan berlalu, selesai.
kita kan kembali pada hari dimana,
kita terpisahkan warna hijau dan biru.

dari satu cerita ke cerita lainnya,
senyummu yang ala kadarnya, 
serta percakapan yang terkadang tanpa arah.
dengan bahasa yang terkadang hanya kita sendiri yang mengerti.
aku memohon supaya untuk hari kedepan,
aku tidak lupa, kamu juga tidak lupa.

karena bagi umur dan ingatan kita,
apalah arti 2 bulan yang terkadang di sesaki masa lalu dan masa yang akan datang.
setidaknya, endapkan dalam mimpi, dan mungkin kita kan bisa bertemu di kemudian hari.

untuk seseorang yang kusebut "teman baru" tapi waktu menyebutnya "teman sementara".




NB : inspirasi dari (sebut saja mereka) chelsea dan china





Minggu, 01 Juni 2014

kemarin

apa kabar hari yang telah terlewati?
masihkah ada dendam dalam hati.
aku mencoba bercakap-cakap dengan malam. menerka dan mulai menduga.
bagaimana? apakah urusan lama telah terselesaikan?
masihkan ada perasaan menggugat dan tak terima?
ya aku disini berada dalam ambang pintu yang lain.
pada genggaman seseorang yang mengatakan bahwa aku adalah masa depannya.
aku membiarkan diriku terbawa karena memang aku menginginkannya.
marahkah kau? bahwa ternyata aku berbohong.
aku pernah berkata bahwa akan jadi apa aku tanpa kamu.
maaf tapi itu dulu, semua hal ini mengajarkanku, bahwa hati manusia berubah.
tak konstan, bahkan memiliki dinamika. memiliki sungai yang mengalir tanpa henti.
memiliki sekat-sekat ruang yang tak terhingga,
ada banyak lorong yang tak terjangkau.
aku sendiri tak tau bagaimana akan berujung ceritaku ini.
tapi pada akhirnya semua itu hanya menyimpan satu nama.
dan mungkin hanya untuk satu cerita.
cerita hari-hari kemarin pun akhirnya berada di sebuah ruang, bernama kenangan.
pada malam aku menitip pesan, mungkin ini sebuah permintaan,
anggap saja sebuah penyataan.
"maafkan aku yang akhirnya mengakhiri, dan ternyata memulai untuk yang pertama kali"

kamu tau wahai hari kemarin?
kamu baik, bahkan menurutku sangat baik.
kamu menjadi salah satu hari yang pantas kuakui sebagai kenangan dan kisah.
semoga kamu bahagia, mendapat cerita yang layak melekat padamu
dan akhirnya menjadi masa depanmu.