apa kabar hari yang telah terlewati?
masihkah ada dendam dalam hati.
aku mencoba bercakap-cakap dengan malam. menerka dan mulai menduga.
bagaimana? apakah urusan lama telah terselesaikan?
masihkan ada perasaan menggugat dan tak terima?
ya aku disini berada dalam ambang pintu yang lain.
pada genggaman seseorang yang mengatakan bahwa aku adalah masa depannya.
aku membiarkan diriku terbawa karena memang aku menginginkannya.
marahkah kau? bahwa ternyata aku berbohong.
aku pernah berkata bahwa akan jadi apa aku tanpa kamu.
maaf tapi itu dulu, semua hal ini mengajarkanku, bahwa hati manusia berubah.
tak konstan, bahkan memiliki dinamika. memiliki sungai yang mengalir tanpa henti.
memiliki sekat-sekat ruang yang tak terhingga,
ada banyak lorong yang tak terjangkau.
aku sendiri tak tau bagaimana akan berujung ceritaku ini.
tapi pada akhirnya semua itu hanya menyimpan satu nama.
dan mungkin hanya untuk satu cerita.
cerita hari-hari kemarin pun akhirnya berada di sebuah ruang, bernama kenangan.
pada malam aku menitip pesan, mungkin ini sebuah permintaan,
anggap saja sebuah penyataan.
"maafkan aku yang akhirnya mengakhiri, dan ternyata memulai untuk yang pertama kali"
kamu tau wahai hari kemarin?
kamu baik, bahkan menurutku sangat baik.
kamu menjadi salah satu hari yang pantas kuakui sebagai kenangan dan kisah.
semoga kamu bahagia, mendapat cerita yang layak melekat padamu
dan akhirnya menjadi masa depanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar