Senin, 17 Februari 2014

yogyakarta

Ada pantai, cinta, jingga, dan senja :)

kali ini aku harus berterima kasih pada cintaku, peri-peri cantik kesayanganku. untuk empat hari yang menyenangkan di isi dengan tawa dan semua kegilaan yang tercipta. perjalanan dengan kalian tak ada yang biasa, semua memunculkan kesan beserta sejuta kenangan.
iya, semua ini tentang jogja. tentang semua jejak kaki tak terhitung yang berbekas pada tanah berdebu, serta goresan jari pada pasir pantai yang lembut.

ada malam-malam indah yang berisikan cerita dan petuah, mungkin juga sekedar keluh kesah. tentang asmara dan prahara lalu sampe kita kehilangan kosakata. di sana, di jogja kita menulis cerita pada tiap dinding yang kita sentuh, membekas lalu hilang. semoga tidak dengan semua kenangan.

pada akhirnya aku bertemu, dengan debur yang kucari. mencoba melepas dan membiarkan semua penat meluruh bersama aliran ombak. pada akhirnya aku melihat, langit luas tak berbatas tempat aku berharap kekuatan untuk sesuatu yang membutuhkan kesabaran tak terbatas.

dan akhirnya perjalanan ini lengkap sudah karena saat ini aku mengingatnya, senja yang tertawa dilingkupi jingga.

Selasa, 11 Februari 2014

hantu itu....

jika ada yang harus kurelakan, maka itu bukan kenangan.

ada salam manis dari hujan, mengalir pelan dari kepala terus jatuh hingga kaki.
dingin, basah, tapi aku suka.
akibat kehujanan pada siang ini, meskipun sebelumnya matahari sukses menghadirkan peluh.
ada sesuatu yang ikut meluruh. anggap saja sebuah kesadaran.
tentang makna di balik semua cerita, kisah hidup yang terangkum dalam manis pahitnya cinta, persahabatan, dan keluarga.
ada kalanya hantu dalam pikiran menjerit, mengembalikan ku pada saat terkelam dalam hidupku. suara jeritan wanita dan sumpah serapah membabi buta, lalu terdengar benda pecah.
terkadang hantu itu dengan sabar menggiringku lagi ke tempat lain, bau rumah sakit busuk serta suara tangis sahut menyahut.
iyaa hidupku tidak hanya tentang tawa, manis, dan bahagia. aku pernah merasakan harus ada dalam kegelapan.keluargaku tidak sempurna, begitu juga pilihan ku dalam hidup. semua pernah menorehkan rasa sakit. dan seperti pada umumnya luka, selalu ada bekas yang tak kan meluruh oleh waktu.
mungkin tidak hanya bekas luka yang ada, tapi juga ingatan. mungkin samar tapi dalam kedalaman sebuah mimpi bisa jadi sangat menakutkan,
mungkin sudah lama terjadi tapi di kedalaman lapisan mental ada trauma yang mengiringi.

sebut saja hantu itu kenangan, mungkin aku ingin mengutuknya agar tak kembali. atau menghilangkannya seperti noda bandel yang melekat pada ingatan.
tapi ada satu kesadaran, pada sifat tangguh dan pantang menyerahku, pada kekuatanku menghadapi keadaan, pada keberanian yang terkadang sedikit pongah. aku harus berterimakasih pada hantu itu, pada setiap kenangan buruk itu. tiap rasa sakitnya membuatku sanggup belajar, bahwa hidup tak selalu indah dan untuk itu kita harus siap menghadapinya.

ada salam manis dari hujan, mengalir pelan dari kepala terus jatuh hingga kaki.
dingin, basah, tapi aku suka.

"karena hidup harus terus berjalan dengan penerimaan yang indah" - putri 19th.

percakapan satu arah

malam aku sedang ingin menulis, untuk sesuatu yang sulit terucap. dan bahkan otak tak perlu bersikeras meyakinkan hati bahwa semua sedang baik-baik saja.
akhir-akhir ini  ada kebiasaan yang kembali setelah sempat menghilang, susah tidur.
sekuat apapun aku memejamkan mata, sekuat itu pula aku membukanya kembali. kini aku lebih sering bercengkrama dengan gelap malam. ditemani dengan kipas angin berisik dan selimut kumal kesayangan aku menelusup pada setiap detail kejadian yang sudah terjadi.

aku sedang berproses dalam sesuatu yang rumit, menguji kesiapan fisik dan batinku. dan saat ini aku sangat perlu mengingatkan pada tubuhku agar berkompromi, kumohon kuat dan jangan sakit. jangan tumbang karena masih banyak badai yang harus diterjang. proses ini membuatku sedikit melupakan kegiatan menulis, yaa semoga blog ini tidak usang, semoga blog ini rindu akan sebuah cerita yang terkadang kuceritakan lewat prosa.

aku sedang menikmati peranku sebagai pemain utama, menyukai tantangan, mengambil resiko, serta mencoba bermain dengan kenyataan.
banyak orang memilih jalan sebagai figuran, memilih nasib yang mengatur tentang sebuah kisah kehidupan, aku tak ingin seperti itu. terserah jika kalian anggap aku ambisius, tapi tiap prinsip memiliki alasan, sama seperti kalian yang lebih memilih menjadi figuran, aku juga memiliki alasan memilih peran utama, karena akan ada masanya usaha yang lebih dari orang lain ini akan membuahkan hasil untukku, serta orang disekitarku.

aku ingin berdoa selagi sempat,
Wahai Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
mohon dengarkan aku yg sedang bersenandung dalam doa,
doa yang selalu ku eja perlahan dalam hati,
doa yang sudah terpantri dalam diri,
jikalau Engkau mengijinkan,
berilah panjang umur pada orangtua hamba,
agar bisa melihat akan jadi apa anak perempuannya ini.
beserta doa ini juga kuiringi dengan sebuah janji,
dengan ridhamu aku akan selalu berusaha menjadi "sesuatu" di kemudian hari,
sehingga banggalah kedua orangtuaku.
amin.

terlalu banyak hal yang harus dipikirkan, terlalu banyak rasa yang harus dirasakan, tetap kusiapkan sepetak ruang untuk orang2 tersayang. aku tak ingin jadi robot keadaan, keadaan ada karena kita yang menciptakan. akan sangan bodoh jika kita dikontrol keadaan. dan semoga aku tak akan menjadi robot :)

"setiap keputusan yang aku ambil dan lakukan hanya bermodalkan basmalah dan doa kedua orangtua" - putri 19th

NB : selasa 11-02-2014 / pukul 03 dini hari

Sabtu, 08 Februari 2014

pantai pan TAI

ada kata yang ingin tertunda, dan ingin berlama-lama menetap dalam rasa.

iya, kidung ini masih melantunkan lagu lama.
iya, melodi ini tetap berharmonisasi dengan sempurna.
jangan tanya kenapa.
bukan kamu, atau bahkan aku tau jawabannya.
karena pada akhirnya, hanya hati yang berbicara.

*akan kuhanyutkan semua ini pada aliran ombak pantai, secepatnya.