jika ada yang harus kurelakan, maka itu bukan kenangan.
ada salam manis dari hujan, mengalir pelan dari kepala terus jatuh hingga kaki.
dingin, basah, tapi aku suka.
akibat kehujanan pada siang ini, meskipun sebelumnya matahari sukses menghadirkan peluh.
ada sesuatu yang ikut meluruh. anggap saja sebuah kesadaran.
tentang makna di balik semua cerita, kisah hidup yang terangkum dalam manis pahitnya cinta, persahabatan, dan keluarga.
ada kalanya hantu dalam pikiran menjerit, mengembalikan ku pada saat terkelam dalam hidupku. suara jeritan wanita dan sumpah serapah membabi buta, lalu terdengar benda pecah.
terkadang hantu itu dengan sabar menggiringku lagi ke tempat lain, bau rumah sakit busuk serta suara tangis sahut menyahut.
iyaa hidupku tidak hanya tentang tawa, manis, dan bahagia. aku pernah merasakan harus ada dalam kegelapan.keluargaku tidak sempurna, begitu juga pilihan ku dalam hidup. semua pernah menorehkan rasa sakit. dan seperti pada umumnya luka, selalu ada bekas yang tak kan meluruh oleh waktu.
mungkin tidak hanya bekas luka yang ada, tapi juga ingatan. mungkin samar tapi dalam kedalaman sebuah mimpi bisa jadi sangat menakutkan,
mungkin sudah lama terjadi tapi di kedalaman lapisan mental ada trauma yang mengiringi.
sebut saja hantu itu kenangan, mungkin aku ingin mengutuknya agar tak kembali. atau menghilangkannya seperti noda bandel yang melekat pada ingatan.
tapi ada satu kesadaran, pada sifat tangguh dan pantang menyerahku, pada kekuatanku menghadapi keadaan, pada keberanian yang terkadang sedikit pongah. aku harus berterimakasih pada hantu itu, pada setiap kenangan buruk itu. tiap rasa sakitnya membuatku sanggup belajar, bahwa hidup tak selalu indah dan untuk itu kita harus siap menghadapinya.
ada salam manis dari hujan, mengalir pelan dari kepala terus jatuh hingga kaki.
dingin, basah, tapi aku suka.
"karena hidup harus terus berjalan dengan penerimaan yang indah" - putri 19th.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar