Selasa, 11 Februari 2014

percakapan satu arah

malam aku sedang ingin menulis, untuk sesuatu yang sulit terucap. dan bahkan otak tak perlu bersikeras meyakinkan hati bahwa semua sedang baik-baik saja.
akhir-akhir ini  ada kebiasaan yang kembali setelah sempat menghilang, susah tidur.
sekuat apapun aku memejamkan mata, sekuat itu pula aku membukanya kembali. kini aku lebih sering bercengkrama dengan gelap malam. ditemani dengan kipas angin berisik dan selimut kumal kesayangan aku menelusup pada setiap detail kejadian yang sudah terjadi.

aku sedang berproses dalam sesuatu yang rumit, menguji kesiapan fisik dan batinku. dan saat ini aku sangat perlu mengingatkan pada tubuhku agar berkompromi, kumohon kuat dan jangan sakit. jangan tumbang karena masih banyak badai yang harus diterjang. proses ini membuatku sedikit melupakan kegiatan menulis, yaa semoga blog ini tidak usang, semoga blog ini rindu akan sebuah cerita yang terkadang kuceritakan lewat prosa.

aku sedang menikmati peranku sebagai pemain utama, menyukai tantangan, mengambil resiko, serta mencoba bermain dengan kenyataan.
banyak orang memilih jalan sebagai figuran, memilih nasib yang mengatur tentang sebuah kisah kehidupan, aku tak ingin seperti itu. terserah jika kalian anggap aku ambisius, tapi tiap prinsip memiliki alasan, sama seperti kalian yang lebih memilih menjadi figuran, aku juga memiliki alasan memilih peran utama, karena akan ada masanya usaha yang lebih dari orang lain ini akan membuahkan hasil untukku, serta orang disekitarku.

aku ingin berdoa selagi sempat,
Wahai Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
mohon dengarkan aku yg sedang bersenandung dalam doa,
doa yang selalu ku eja perlahan dalam hati,
doa yang sudah terpantri dalam diri,
jikalau Engkau mengijinkan,
berilah panjang umur pada orangtua hamba,
agar bisa melihat akan jadi apa anak perempuannya ini.
beserta doa ini juga kuiringi dengan sebuah janji,
dengan ridhamu aku akan selalu berusaha menjadi "sesuatu" di kemudian hari,
sehingga banggalah kedua orangtuaku.
amin.

terlalu banyak hal yang harus dipikirkan, terlalu banyak rasa yang harus dirasakan, tetap kusiapkan sepetak ruang untuk orang2 tersayang. aku tak ingin jadi robot keadaan, keadaan ada karena kita yang menciptakan. akan sangan bodoh jika kita dikontrol keadaan. dan semoga aku tak akan menjadi robot :)

"setiap keputusan yang aku ambil dan lakukan hanya bermodalkan basmalah dan doa kedua orangtua" - putri 19th

NB : selasa 11-02-2014 / pukul 03 dini hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar