Sabtu, 13 April 2013

just woman


Berteman dengan lantunan lagu, saat pekatnya rindu sudah mulai memuakkan.
Mencoba bermain dengan khayalan.
Bertanya dalam sunyi peraduan,
bagaimana sesungguhnya isi hati seorang seperti kamu
terhadap perempuan ingusan apa adanya
yang berani  jatuh cinta terhadap sosok yang nyaris sempurna.

Menarik nafas sedalam-dalamnya.
Menghirup angin malam dalam diam.
Sungguh bahkan saat ini pun dalam kerlip bintang.
Aku masih bisa membayangkan wajahmu.
Wajahmu yang bersemu merah terselimuti canda.
Bukan ku seumpama benteng kokoh yang kolokan.
Hanya saja ku masih memegang teguh idealisme seorang wanita.
Yang hanya bisa menunggu dalam teduhnya penantian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar