Minggu, 21 April 2013

senja

Apa kabar senja? Baik-baik sajakah kamu. Di tengah ujian semester ini aku berharap kamu tidak sakit. Jaga kondisi, jaga kesehatan. Tetaplah tersenyum karena itu sudah mengisi semangat ku untuk menjalani ujian ini. Cukup aku berbicara pada malam. Dan berharap malaikat dengan baik hati mengatakannya di sela-sela mimpi indahmu. Aku disini mendoakanmu.

Senja aku berada dalam ambang batas kesadaran, antara melihat rasa yang tersirat atau hanya menerka-nerka. Aku takut, tak bisa mengurai simpul nyata dan khayalku sendiri. Bodoh ya aku, maaf membingungkanmu. Kenapa aku menanyakan hatimu, saat aku sendiri belum meyakini perasaanku.  Tak masalah, biar ini menjadi bingungku sendiri. Cukup sosokmu ada nyata dan terlihat. Maka semua akan baik-baik saja.

Aku bosan membaca materi tentang ujian kali ini, maka kusempatkan menulis ini. Senang rasanya bisa mengutarakan pada “mu” meskipun hanya lewat sebuah percakapan searah. Semu. Tapi tak masalah, tuhan tau dan itu sudah cukup. Karena kamu selalu menghadap kepada Nya, maka tanyaku pun tersampaikan. Mungkin dengan jelas dan gamblang, atau mungkin hanya isyarat. Tak masalah, aku sudah lega bisa menulis, bertanya, bercerita.

-P-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar