Apa kabar senja? Baik-baik sajakah kamu. Di tengah ujian
semester ini aku berharap kamu tidak sakit. Jaga kondisi, jaga kesehatan.
Tetaplah tersenyum karena itu sudah mengisi semangat ku untuk menjalani ujian
ini. Cukup aku berbicara pada malam. Dan berharap malaikat dengan baik hati
mengatakannya di sela-sela mimpi indahmu. Aku disini mendoakanmu.
Senja aku berada dalam ambang batas kesadaran, antara
melihat rasa yang tersirat atau hanya menerka-nerka. Aku takut, tak bisa
mengurai simpul nyata dan khayalku sendiri. Bodoh ya aku, maaf membingungkanmu.
Kenapa aku menanyakan hatimu, saat aku sendiri belum meyakini perasaanku. Tak masalah, biar ini menjadi bingungku
sendiri. Cukup sosokmu ada nyata dan terlihat. Maka semua akan baik-baik saja.
Aku bosan membaca materi tentang ujian kali ini, maka
kusempatkan menulis ini. Senang rasanya bisa mengutarakan pada “mu” meskipun
hanya lewat sebuah percakapan searah. Semu. Tapi tak masalah, tuhan tau dan itu
sudah cukup. Karena kamu selalu menghadap kepada Nya, maka tanyaku pun
tersampaikan. Mungkin dengan jelas dan gamblang, atau mungkin hanya isyarat.
Tak masalah, aku sudah lega bisa menulis, bertanya, bercerita.
-P-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar