Pendengaranku tidak salah,
Sekali lagi aku mendengar kata yang sama.
"Maaf".
Lalu apa?
Bahkan kertas yang sudah robek pun tak kan bisa kembali utuh meski dicoba untuk direkatkan.
Apalagi hati yang telah ditorehkan luka, berkali-kali?
Pendengaranku tidak salah,
Sekali lagi aku mendengar kata yang sama.
"Maaf"
Apa semua selesai?
Nyatanya jawabannya tidak,
Karena seperti dua orang sahabat. Maaf selalu ditemani kawan yang setia.
Yaitu kesalahan yang sama.
Pendengaranku tidak salah,
Sekali lagi aku mendengar kata yang sama.
"Maaf"
Benarkah?
Buat apa diucapkan jika tanpa rasa.
Karena maaf menyiratkan penyesalan walau terkadang tanpa kata.
Bukan pembenaran apalagi kesempatan untuk menyakiti. Lagi.
Maaf,
Aku mencoba tuli, lalu berjalan pergi.
-P-