Jumat, 17 Oktober 2014

Maaf?

Pendengaranku tidak salah,
Sekali lagi aku mendengar kata yang sama.
"Maaf".
Lalu apa?
Bahkan kertas yang sudah robek pun tak kan bisa kembali utuh meski dicoba untuk direkatkan.
Apalagi hati yang telah ditorehkan luka, berkali-kali?

Pendengaranku tidak salah,
Sekali lagi aku mendengar kata yang sama.
"Maaf"
Apa semua selesai?
Nyatanya jawabannya tidak,
Karena seperti dua orang sahabat. Maaf selalu ditemani kawan yang setia.
Yaitu kesalahan yang sama.

Pendengaranku tidak salah,
Sekali lagi aku mendengar kata yang sama.
"Maaf"
Benarkah?
Buat apa diucapkan jika tanpa rasa.
Karena maaf menyiratkan penyesalan walau terkadang tanpa kata.
Bukan pembenaran apalagi kesempatan untuk menyakiti. Lagi.

Maaf,
Aku mencoba tuli, lalu berjalan pergi.

                                    -P-

Senin, 06 Oktober 2014

Kisah klasik (2)

Pedih itu,
Saat kamu merasa sakit, melihat dia yang kamu pedulikan  disakiti.
Perih itu,
Saat kamu merasa sedih, melihat air mata dari dia yang sangat kamu sayang.
Hancur itu,
Saat kamu merasa rapuh, melihat dia melemah dan kehilangan kekuatan.

Kisah klasik kesayanganku,
Meski pun kamu tak tahu jika aku merasakan pahit yang sama,
pahit yang menelusuri semua bagian dari rasa.
Yang kadang membuat aku kehilangan akal dengan banyak tanya tersisa.

Bisakah aku memohon padamu,
Berhentilah menyakiti diri mu sendiri, karena tanpa kamu sadari aku yang selalu memperhatikan mu akan mengalami sakit yang sama.
Berhentilah menitikkan air mata, karena yang tidak kamu tahu aku yang selalu mendengarkan keluh kesahmu, diam-diam akan meneteskan air mata duka.
Berhentilah membuat dirimu lemah, karena disaat bersamaan kekuataan ku meluruh tanpa sempat aku kendalikan.

Aku tahu kamu merasa dia adalah kebahagiaanmu,
Tapi aku tak sanggup melihat jika dia lebih sering menyakitimu.

Inspired by : ------a A----

NB : Manusia kadang  memang lucu, dari berbagai cerita yang sering aku dengar. Dari berbagai kejadian yang aku perhatikan. Mereka lebih sibuk mencari tanpa membiarkan hatinya tuk beradaptasi . Tahukah kamu bahwa orang yang paling menyayangimu terkadang tak selalu berada jauh? .

Lima

Lima yang ke-tiga,
Malam ini aku menulis ditemanin peluh,
Dibungkus hawa panas yang akhir-akhir ini semakin mengikat.
Ingin rasanya menceritakan sesuatu tapi juga bingung harus memulai darimana.
Apa harus kumulai dari hari itu? Hari dimana aku melihatmu kehilangan kata dan mendadak menjadi pendiam, melihat mu merutuki dirimu sendiri karena tak punya keberanian? .
Hari yang bahkan sampai hari ini kuhapal detailnya, tanpa sedikitpun yang kulupakan?

Lima di bulan ke-tujuh,
Bulan itu bulan ku, bulan dimana aku menjadi 'putri' dalam arti sesungguhnya, aku merapal mantera kesukaan ku. Tentang panjang umur dan bahagia di jalan-Nya. Meski hari itu kujalani dengan kesakitan karena 'tamu' bulanan, aku tetap tersenyum senang krena ada kamu nyata tanpa jarak yang sempat membentang lebar.

Ada sebuah kejutan darimu, Kejutan itu adalah peri-peri kesayanganku, para perempuan kuat yang akan selalu menjadi kebanggaanku. Ada kamu dan mereka, maka hari itu menjadi sangat bermakna. Tanpa aku tahu bahwa ada hal lain yang jadi penutupnya

Aneh, kamu terlalu pendiam. Terlalu terlihat berpikir. Berbicara seadanya dan terkadang fokusmu mu pun entah ada dimana. Menyebalkan, aku pikir hari ini bakal menyenangkan, ditemani sahabat dan orang yang aku sayang. Tapi yang kudapat malah kamu yang seperti melamunkan banyak hal. Apa sih yang kamu pikirkan? Ada janji rapat yang kamu lupakan? Ada kegiatan yang hrus kamu lakukan? Apa? .

Hari berlalu dengan cepat, dan malam pun mulai merayap tanpa bisa melambat. Tepat di depan rumah opa ku , berhiaskan mawar putih yang kau pegang, serta wajahmu yang tegang akhirnya aku tahu apa yang menyebabkan kamu seharian menjadi begitu membingungkan. Haha seharusnya kamu melihat wajahmu saat itu, kaku. Tapi aku rindu saat itu, saat kamu yang awalnya berbicara rancu, kamu yang memberikan seluruh keberanianmu, menekan rasa malumu.  Kamu yang menyatakan perasaan mu padaku :).

Lima yang ke-tiga,
Aku tahu aku bukan yang pertama, bukan juga yang paling sempurna. Aku tahu aku menyebalkan, terkadang juga bisa menjadi sangat egois dan manja.
Aku berterima kasih padamu sayang, karena aku tahu kamu tahu aku yang seperti ini, aku tahu kamu sayang aku yang seperti ini, aku tahu kamu terima aku yang seperti ini. Terimakasih.

Sampai jumpa di lima yang ke-empat dan seterusnya :*

                                                       -P-

Minggu, 05 Oktober 2014

Tentang warna

Saat ini malam kembali menjadi pendengar setia,
Dan aku ingin membacakan sebuah kisah.
Kisah ini menceritakan tentang warna, aku harap kalian juga mendengarnya.

Kuperkenalkan kepada kalian :
Hitam, putih, abu-abu, biru, dan jingga.

Hitam mengawali dengan perih dan langkahnya ditemani air mata,
Maka hitam pun berlari pergi,
Dari tatanan yang mengikat, dan bualan gila tentang kiamat.
Kiamat hidupnya sendiri.

Putih, dia berpikir tentang sempurna yang terluka,
Bahwa semua yang utuh bukan berarti tanpa cela,
Maka dia pun memilih bersembunyi,
Berlindung dari egonya sendiri.

Abu-abu berada dalam batas,
Yang terkadang terasa mengikat.
Inginnya berteriak lantang, ataupun
Berdiam meski dalam keramaian.
Keputusan pun diperlukan, maka di hapusnya batas,
Tentang kebiasaannya sendiri.

Biru, jatuh dalam kedamaian.
Mesti tau selalu ada harga yang hrus dibayar.
Sunyi sepi bukan berarti sendiri, angin tak kan pernah diam.
Karena damai bukan hanya tentang ketenangan,
Riuh pun diperlukan.
Tanpa disadari biru mentertawakan dirinya sendiri.

Jingga merasa jika tawa adalah segalanya,
Maka tak perlu ada duka.
Tapi sayang semua butuh keseimbagan,
Jingga ingin mengerti tentang air mata,
tentang pilu yang membuat seseorang menjadi sendu, semua utuh jika bersatu.
Maka pada akhirnya jingga menangis,
Untuk sesuatu yang tak pernah dia miliki sendiri.

Karena pada akhirnya,
Apapun yang kita pikir ada, adalah sesuatu yang butuh ketiadaan.
Apapun yang kita pikir sempurna, adalah sesuatu yang butuh cela.
Apapun yang kita pikir miliki, adalah sesuatu yang butuh kehilangan.



                                                   -P-

Jumat, 25 Juli 2014

JULI

JULI
apa kabar bulan kesayangan? aku bertemu denganmu bertemankan usia baru.
banyak sekali kisah yang memberi jejak pada rangkaian harimu,
dinamika emosi hanya sebagian dari segala rupa waktu.
aku bersyukur,
aku berterima kasih,
aku meminta maaf,
aku memohon,
diiringi bulan suci yang syahdu, aku menjadi baru.

JULI
apa kabar bulan kesayangan? kau beri aku kejutan yang membuatku haru,
tentang seseorang yang memilih berdiri di sampingku.
cerita ku tentang dia ternyata tak perlu diakhiri,
senja hanya perlu waktu untuk mendekat, hangat.
ditemani cahaya jingga aku (sekali lagi) terpikat.
maka kita pun terjerat, menjadi satu dalam sebuah hikayat.

JULI
apa kabar bulan kesayangan?
sempurna sekali tahun ini, kau dinaungi keberkahan.
harimu ditutup dengan kemenangan.
adakah hal yang lebih menyenangkan selain menjadi spesial?
sampai bertemu tahun depan, aku merindukanmu.



your lovely friend

             -p-

Rabu, 04 Juni 2014

Temporary

kita menatap langit yang sama,
memperhatikan bintang serta bulan yang sama.
meski sebenarnya ada jarak yang terbentang jauh,
jarak yang di hiasi oleh hijau pulau dan birunya laut.
tapi siapa yang bisa berpikir semua akan seperti ini.
kita berada dalam satu wilayah, jarak telah diringkus di hadapan kita.
menjadi ringkas dalam satu keadaan.

kita bertemu, saling memandang, dan bagai kedipan mata,
esok semua kan berlalu, selesai.
kita kan kembali pada hari dimana,
kita terpisahkan warna hijau dan biru.

dari satu cerita ke cerita lainnya,
senyummu yang ala kadarnya, 
serta percakapan yang terkadang tanpa arah.
dengan bahasa yang terkadang hanya kita sendiri yang mengerti.
aku memohon supaya untuk hari kedepan,
aku tidak lupa, kamu juga tidak lupa.

karena bagi umur dan ingatan kita,
apalah arti 2 bulan yang terkadang di sesaki masa lalu dan masa yang akan datang.
setidaknya, endapkan dalam mimpi, dan mungkin kita kan bisa bertemu di kemudian hari.

untuk seseorang yang kusebut "teman baru" tapi waktu menyebutnya "teman sementara".




NB : inspirasi dari (sebut saja mereka) chelsea dan china





Minggu, 01 Juni 2014

kemarin

apa kabar hari yang telah terlewati?
masihkah ada dendam dalam hati.
aku mencoba bercakap-cakap dengan malam. menerka dan mulai menduga.
bagaimana? apakah urusan lama telah terselesaikan?
masihkan ada perasaan menggugat dan tak terima?
ya aku disini berada dalam ambang pintu yang lain.
pada genggaman seseorang yang mengatakan bahwa aku adalah masa depannya.
aku membiarkan diriku terbawa karena memang aku menginginkannya.
marahkah kau? bahwa ternyata aku berbohong.
aku pernah berkata bahwa akan jadi apa aku tanpa kamu.
maaf tapi itu dulu, semua hal ini mengajarkanku, bahwa hati manusia berubah.
tak konstan, bahkan memiliki dinamika. memiliki sungai yang mengalir tanpa henti.
memiliki sekat-sekat ruang yang tak terhingga,
ada banyak lorong yang tak terjangkau.
aku sendiri tak tau bagaimana akan berujung ceritaku ini.
tapi pada akhirnya semua itu hanya menyimpan satu nama.
dan mungkin hanya untuk satu cerita.
cerita hari-hari kemarin pun akhirnya berada di sebuah ruang, bernama kenangan.
pada malam aku menitip pesan, mungkin ini sebuah permintaan,
anggap saja sebuah penyataan.
"maafkan aku yang akhirnya mengakhiri, dan ternyata memulai untuk yang pertama kali"

kamu tau wahai hari kemarin?
kamu baik, bahkan menurutku sangat baik.
kamu menjadi salah satu hari yang pantas kuakui sebagai kenangan dan kisah.
semoga kamu bahagia, mendapat cerita yang layak melekat padamu
dan akhirnya menjadi masa depanmu.




Kamis, 22 Mei 2014

kata

ada kata jarak dalam kamus kita saat ini.
jangan membuat ini semua semakin sulit.
aku sudah gak tau harus menjelaskan seperti apa lagi?
aku tak mengharapkan semua waktumu,
sedikit kabar mungkin lebih bisa menenangkanku.
mungkin aku egois, sedikit waktu istirahat yang kamu punya,
aku malah berharap "bercakap-cakap" denganmu mesti lewat perantara kata.
sekedar bertukar pengalaman hari ini ataupun hal lainnya,
tapi ternyata kamu pun tak bisa, 
sekali lagi apa susahnya bilang kamu capek dan ingin beristirahat,
aku tak kan melarang terlebih jika kuingat semua kegiatanmu.
tak taukan kamu bagaimana rasanya kecewa?
bnyak cerita yang ku simpan, bnyak kata yang ingin ku utarakan.
dan akhirnya jeda waktu itu ada, 
dan saat seperti kamu peduli serta mendengarkan,
tiba-tiba kamu menghilang.
aku bisa apa, jika keesokan harinya rutinitas mu pun kembali penuh.
dan kejadian yang sama akan berulang.

aku tau kamu disana dibutuhkan, 
aku tau permintaanku akan terlihat egois.
tapi bisakah aku meminta sedikit saja jeda?
jikapun jeda itu tak ada,
bisakah aku meminta sedikit saja kata?
bukan menghilang dan membiarkan semua kataku melayang di udara, lalu menguap.

karena di sini aku pun butuh, meski itu hanya sekedar kata darimu.




Jumat, 09 Mei 2014

doubleyou

dini hari dalam keadaan sadar. mata rasanya tak ingin terpejam.
tau kah apa yang sedang kuingat sekarang? kamu.
seseorang dengan senyum dan tawa yang paling kusuka,
klasik bukan? karena bagi para pecandu cinta hal biasa pun menjadi bermakna.
kalo boleh jujur aku masih belum percaya, kehadiranmu masih semu.
haha aku tau kamu bakal mendebatnya dan memulai prolog panjang tentang aku adalah segalanya.
selanjutnya aku hanya bisa tertawa dan berkata kamu berlebihan.
responmu selalu sama "terserah kamu bilang aku berlebihan atau apa, tapi ini yang aku rasain"
aah, saat ini aku merindukanmu, salah lebih tepatnya saat ini aku tidak menahan perasaan rindu seperti hari-hari sebelumnya.
karena kata rindu akan membuat waktu yg berjalan terasa lambat.
bagaimana tidak rindu, jika waktu kemarin sering kulihat dirimu duduk di ruang tamu ku hampir setiap hari, bercanda dan terkadang membicarakan apa saja, bahkan tak lupa rengekanmu agar aku tak kembali ke negeri seberang.

hei kamu, aku rindu.
sering kutitipkan pesan jangan nakal, tunggu aku.
sesungguhnya tak ada keyakinan yang tergoyahkan, rasa percayaku sudah menjadi milikmu.
aku hanya suka mendengar jawabanmu
"buat apa aku nakal, aku kan sudah punya kamu" .
terima kasih, apa lagi yang bisa kubantahkan.
aku beruntung dan aku bahagia.

hai kamu, aku rindu.
kadang aku berpikir, pintar sekali kamu menyembunyikan perasaan.
bahkan berpikir kamu melihatku pun tidak.
tapi sesungguhnya semua ini menyenangkan. mendengarkan semua dari kamu,
tentang kenyataan yang hanya kamu sendiri yang mengetahuinya.
terlebih tentang perhatian yang tak pernah aku pikirkan.
dulu kamu terlalu membingungkan untuk diterka.

hei kamu, aku rindu.
aku sudah bercerita tentang dongeng hitam, sebuah kilasan dan juga sedikit gambaran.
aku sudah menunjukkan padamu abu-abu, bahwa dalam duniaku hitam dan putih melebur menjadi satu, menjadi kenyataan yang tak terbantahkan.
dan satu yang tak kupahami sampai detik ini,
kamu bahkan memahaminya, kamu bahkan menerimanya.
seakan memberikan suatu penghargaan atas sebuah kekuatan.
hmm sampai sekarang ternyata kamu tak mudah di tebak.

hei kamu, aku rindu.
kita pasti akan bertemu nanti, tapi sementara ini ijinkan alam mimpi yang jadi perantara.

sampai jumpa, kamu.

Jumat, 02 Mei 2014

kisah klasik

ijinkan aku menuturkan tentang sebuah kisah yang menurutku pantas untuk di kenang.
untuk seorang teman serta orang yang aku sayang.

hai kamu, masihkah kau berkutat dengan mainan kesayanganmu,
meski insipirasi mu adalah dia, tapi ijinkan aku menetap pada masa-masa indah,
masa-masa yang pernah menjadi milik aku dan kamu tanpa terikat kita.

hei kamu, ingatkah lagu yang dulu pernah kau nyanyikan?
dari band kesukaan ku, dan tentu juga kesukaanmu.
pernah kita telusuri jalanan kota lain demi sebuah keinginanku, melihat langsung band pujaan bersama kamu. tapi sungguh bodoh saat itu bahkan belum kusadari perasaanku.

hai kamu, pernah ada tawa saat putih abu-abu, pernah menjadi musuh saat di penghujung waktu kelabu. tapi seperti masa-masa yang dulu aku dan kamu kembali menjadi satu.

hai kamu, aku masih melihatmu dari jauh, kau dan dia kesayanganmu, baik-baiklah selalu. karena rindu yang tak pernah terucap ini hanya akan bisa tersampaikan lewat lagu.

aku dan kamu saat ini tak pernah menjadi kita,
karena ada gadismu di sana, gadis yang dengan tanganku ini aku sandingkan kembali kepadamu.
aku dan kamu saat ini tak pernah menjadi kita,
karena ada ikatan rasa masa lalu yang kuhalangi agar tak menjadi cinta.

ijinkan aku hanya menuturkan, mungkin juga mengikhlaskan.
tapi jangan suruh aku untuk melupakan.
untuk kamu, kisah klasik kesayanganku :)

nb : inspirasi dari "al" dengan dia yang kita sebut saja "duta"

Senin, 14 April 2014

13

senja, terima kasih.
ada hangatmu dalam tabir beku malam ini,
tanpa sepenggal lara hanya ada bahagia.
untuk sebait nada yang kau titipkan,
serta torehan rasa manis pahit kenangan.

senja, terima kasih.
ada senyummu yang mengambang dalam angan,
iya mesti berpeluh kau tetap ada dan menetap,
untuk serangkaian tawa
dan mungkin percakapan tanpa arah.

senja, kuberikan satu hadiah. untukmu.
demi hari ini dan hari-hari selanjutnya,
aksara-aksara tanpa nama dengan keyakinan tak terkira.

Kamis, 20 Maret 2014

homesick :'

Pulang, jadi kata-kata yang sakral akhir-akhir ini.
tak pernah terpikirkan kata pulang akan mempunyai banyak arti.
pulang itu rindu, pulang itu rumah, pulang itu tangis, pulang itu tawa, pulang itu keluarga.
tidak ada kata-kata yang paling tabu selain kata pulang dan rindu.
karena ditempat ini, cengeng dan lemah menjadi hal terakhir yang harus dirasakan.
tapi tak salahkan jika aku hanya ingin menuliskannya, sekedar berbagi, sedikit. 
tak apa tanpa peluk untuk menguatkan dan cium tanda sayang, hanya berbagi, itu saja.

papa, aku kangeeeeeen. sungguh. melebihi dari apapun aku kangeeeen. 
mama, aku rinduuuuuu, tak pernah terkatakan, tapi aku sayang mama.
adik-adik nakal kesayangan, apa arti duniaku tanpa kalian.
mbauti dan opa, aku butuh pelukan, kekuatan, ketabahan :').

lemah ya, waktu masih menunjukkan 2 minggu baru berjalan, 
tapi kekuatan ku sudah terancam runtuh.
hanya karena satu kata, pulang.

maaf tak ingin membuat bingung kalian, hanya seperti kataku tadi sekedar berbagi.
karena hal ini bukan sesuatu yang mudah untuh ditahan dan dihilangkan.
cukup sekian rasa yang yang harus terceritakan,
karena sudah ada yang menitik di sudut mata, 
saat ini bukan waktu yang tepat untuk cengeng kan? :)

Selamat malam dari Malaysia, kecup rindu untuk orang-orang tersayang di negeri tercinta :)







Minggu, 16 Maret 2014

hujan pertama (ku)

rasanya familiar. mendengar suara air jatuh dan meluruh bertemu tanah.
tik...tik....tik....
lalu wangi itu menyeruak, pahit basah.
menenangkan. seperti di rumah :)

Sabtu, 08 Maret 2014

Tentang Biru

Perjuangan belum berakhir, meski satu tahap telah terlewati. Semua masih bergulir dengan cepat, dengan semua hal baru yang tak pernah aku dan teman-temanku bayangkan sebelumnya. 
tulisan ini kutulis dengan tinta biru, menggambarkan sebiru hati dan pikiran ku. mengelana terbang ke langit tertinggi lalu mencoba bergulung pada awan-awan selayaknya negeri dongeng, ataupun berenang ke laut terdalam, menyelami bahaya tapi juga keindahan yang tiada tara.

Ya anggap saja aku berlebihan, tapi ini yang aku rasakan, setelah berbulan-bulan berkutat dengan urusan yang rumit dan melelahkan, akhirnya ada suatu pembalasan, upah atas semua peluh dan kesabaran yang (dipaksa) bertahan.
Kita tiba di tempat dimana kita akan belajar bertahan, belajar membaur, belajar untuk menjadi lebih dari sebelumnya. Aku yang tak pernah merasakan jauh dari keluarga untuk waktu yang lama, kini akan menghadapi semuanya sendiri, tidak ada lagi anak perempuan satu-satunya yang manja, tidak ada lagi cucu perempuan satu-satunya yang bertingkah kekanak-kanakan. 

sepertinya akan banyak kosakata yang tertumpah, tapi aku tau diri. semua ini tidak semua tentang aku, tentang masa depanku. senua ini tentang proses untuk seorang anak yang ingin sekali membahagiakan kedua orang tua nya, membanggakan keluarganya, menjadi contoh yang terbaik untuk adik-adiknya. lalu apa lagi yang harus kukatakan selain "akhirnya aku di sini dan kupastikan pada kalian semua bahwa perjalanan ini tidak akan pernah menjadi sia-sia".

selamat malam dari malaysia, kecup rindu untuk orang-orang tersayang di negeri tercinta :) 

Senin, 17 Februari 2014

yogyakarta

Ada pantai, cinta, jingga, dan senja :)

kali ini aku harus berterima kasih pada cintaku, peri-peri cantik kesayanganku. untuk empat hari yang menyenangkan di isi dengan tawa dan semua kegilaan yang tercipta. perjalanan dengan kalian tak ada yang biasa, semua memunculkan kesan beserta sejuta kenangan.
iya, semua ini tentang jogja. tentang semua jejak kaki tak terhitung yang berbekas pada tanah berdebu, serta goresan jari pada pasir pantai yang lembut.

ada malam-malam indah yang berisikan cerita dan petuah, mungkin juga sekedar keluh kesah. tentang asmara dan prahara lalu sampe kita kehilangan kosakata. di sana, di jogja kita menulis cerita pada tiap dinding yang kita sentuh, membekas lalu hilang. semoga tidak dengan semua kenangan.

pada akhirnya aku bertemu, dengan debur yang kucari. mencoba melepas dan membiarkan semua penat meluruh bersama aliran ombak. pada akhirnya aku melihat, langit luas tak berbatas tempat aku berharap kekuatan untuk sesuatu yang membutuhkan kesabaran tak terbatas.

dan akhirnya perjalanan ini lengkap sudah karena saat ini aku mengingatnya, senja yang tertawa dilingkupi jingga.

Selasa, 11 Februari 2014

hantu itu....

jika ada yang harus kurelakan, maka itu bukan kenangan.

ada salam manis dari hujan, mengalir pelan dari kepala terus jatuh hingga kaki.
dingin, basah, tapi aku suka.
akibat kehujanan pada siang ini, meskipun sebelumnya matahari sukses menghadirkan peluh.
ada sesuatu yang ikut meluruh. anggap saja sebuah kesadaran.
tentang makna di balik semua cerita, kisah hidup yang terangkum dalam manis pahitnya cinta, persahabatan, dan keluarga.
ada kalanya hantu dalam pikiran menjerit, mengembalikan ku pada saat terkelam dalam hidupku. suara jeritan wanita dan sumpah serapah membabi buta, lalu terdengar benda pecah.
terkadang hantu itu dengan sabar menggiringku lagi ke tempat lain, bau rumah sakit busuk serta suara tangis sahut menyahut.
iyaa hidupku tidak hanya tentang tawa, manis, dan bahagia. aku pernah merasakan harus ada dalam kegelapan.keluargaku tidak sempurna, begitu juga pilihan ku dalam hidup. semua pernah menorehkan rasa sakit. dan seperti pada umumnya luka, selalu ada bekas yang tak kan meluruh oleh waktu.
mungkin tidak hanya bekas luka yang ada, tapi juga ingatan. mungkin samar tapi dalam kedalaman sebuah mimpi bisa jadi sangat menakutkan,
mungkin sudah lama terjadi tapi di kedalaman lapisan mental ada trauma yang mengiringi.

sebut saja hantu itu kenangan, mungkin aku ingin mengutuknya agar tak kembali. atau menghilangkannya seperti noda bandel yang melekat pada ingatan.
tapi ada satu kesadaran, pada sifat tangguh dan pantang menyerahku, pada kekuatanku menghadapi keadaan, pada keberanian yang terkadang sedikit pongah. aku harus berterimakasih pada hantu itu, pada setiap kenangan buruk itu. tiap rasa sakitnya membuatku sanggup belajar, bahwa hidup tak selalu indah dan untuk itu kita harus siap menghadapinya.

ada salam manis dari hujan, mengalir pelan dari kepala terus jatuh hingga kaki.
dingin, basah, tapi aku suka.

"karena hidup harus terus berjalan dengan penerimaan yang indah" - putri 19th.

percakapan satu arah

malam aku sedang ingin menulis, untuk sesuatu yang sulit terucap. dan bahkan otak tak perlu bersikeras meyakinkan hati bahwa semua sedang baik-baik saja.
akhir-akhir ini  ada kebiasaan yang kembali setelah sempat menghilang, susah tidur.
sekuat apapun aku memejamkan mata, sekuat itu pula aku membukanya kembali. kini aku lebih sering bercengkrama dengan gelap malam. ditemani dengan kipas angin berisik dan selimut kumal kesayangan aku menelusup pada setiap detail kejadian yang sudah terjadi.

aku sedang berproses dalam sesuatu yang rumit, menguji kesiapan fisik dan batinku. dan saat ini aku sangat perlu mengingatkan pada tubuhku agar berkompromi, kumohon kuat dan jangan sakit. jangan tumbang karena masih banyak badai yang harus diterjang. proses ini membuatku sedikit melupakan kegiatan menulis, yaa semoga blog ini tidak usang, semoga blog ini rindu akan sebuah cerita yang terkadang kuceritakan lewat prosa.

aku sedang menikmati peranku sebagai pemain utama, menyukai tantangan, mengambil resiko, serta mencoba bermain dengan kenyataan.
banyak orang memilih jalan sebagai figuran, memilih nasib yang mengatur tentang sebuah kisah kehidupan, aku tak ingin seperti itu. terserah jika kalian anggap aku ambisius, tapi tiap prinsip memiliki alasan, sama seperti kalian yang lebih memilih menjadi figuran, aku juga memiliki alasan memilih peran utama, karena akan ada masanya usaha yang lebih dari orang lain ini akan membuahkan hasil untukku, serta orang disekitarku.

aku ingin berdoa selagi sempat,
Wahai Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
mohon dengarkan aku yg sedang bersenandung dalam doa,
doa yang selalu ku eja perlahan dalam hati,
doa yang sudah terpantri dalam diri,
jikalau Engkau mengijinkan,
berilah panjang umur pada orangtua hamba,
agar bisa melihat akan jadi apa anak perempuannya ini.
beserta doa ini juga kuiringi dengan sebuah janji,
dengan ridhamu aku akan selalu berusaha menjadi "sesuatu" di kemudian hari,
sehingga banggalah kedua orangtuaku.
amin.

terlalu banyak hal yang harus dipikirkan, terlalu banyak rasa yang harus dirasakan, tetap kusiapkan sepetak ruang untuk orang2 tersayang. aku tak ingin jadi robot keadaan, keadaan ada karena kita yang menciptakan. akan sangan bodoh jika kita dikontrol keadaan. dan semoga aku tak akan menjadi robot :)

"setiap keputusan yang aku ambil dan lakukan hanya bermodalkan basmalah dan doa kedua orangtua" - putri 19th

NB : selasa 11-02-2014 / pukul 03 dini hari

Sabtu, 08 Februari 2014

pantai pan TAI

ada kata yang ingin tertunda, dan ingin berlama-lama menetap dalam rasa.

iya, kidung ini masih melantunkan lagu lama.
iya, melodi ini tetap berharmonisasi dengan sempurna.
jangan tanya kenapa.
bukan kamu, atau bahkan aku tau jawabannya.
karena pada akhirnya, hanya hati yang berbicara.

*akan kuhanyutkan semua ini pada aliran ombak pantai, secepatnya.